INGAT ! Coblos No. 2
Headlines News :
MR Kambu - Pakage
Pasang Iklan Anda Disini
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan

Di Kerom : M.R.Kambu-Blesius Pekage Menempati Peringkat Kedua

PILKADA PAPUA - Di Kerom : M.R.Kambu-Blesius Pekage Menempati Peringkat Kedua. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Keerom, Drs.Aloysius Renwarin,SH.MH mengungkapkan bahwa dari hasil penghitungan suara sementara yang sudah masuk ke KPU Keerom, pasangan nomor urut 6 HMS-Yop menempati urutan pertama dengan perolehan 8.917 suara.


"Jadi sampai saat ini sudah ada 4 distrik, yakni distrik Arso, Skanto, Arso Timur dan Distrik Web yang melaporkan hasil pemungutan suara,"ungkap Aloysius Renwarin usai menghadiri rapat pleno rekapitulasi suara tingkat PPD di Arso Keerom, Kamis (31/1) kemarin.

Dari penghitungan perolehan suara sementara tersebut, pasangan nomor urut 2 M.R.Kambu-Blesius Pekage menempati peringkat kedua dengan jumlah 4. 433 suara dan Pasangan Nomor Urut 3 Lukas Enembe- Klemen Tinal dengan jumlah 3.013 suara, pasangan calon nomor 4 Alex Hesegem -Marten Kayoi 1.289 suara disusul pasangan calon no 4 Welington Wenda -Weinand Watori dengan 1050 suara dan pasangan calon nomor urut 1 Noak Wawipa-Yohanes Wob 82 suara.

"Hasil ini masih bersifat sementara karena masih ada distrik yang belum memasukan data suara yang diperoleh," katanya

Menurutnya perhitungan suara ini masih akan bertambah jika dihitung dengan 3 distrik yang datanya belum masuk ke KPU kabupaten Keerom, yakni Distrik Towe Hitam, Senggi, dan Waris, "Jadi dari hasil Pleno di empat Distrik Kabupaten Keerom yang meraih suara terbanyak pada calon kandidat Gubernur pada Pasangan Nomor Urut 6,HMS-YOP,"ungkap Aloysius.

Selain itu Ketua KPU kabupaten Keerom juga menambahkan jika pihaknya akan berusaha menjemput kotak suara yang berada di distrik Senggi agar lebih cepat untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

Sedangkan untuk di Distrik Towe direncanakan tiba hari Kamis (31/1) dengan menggunakan pesawat Helikopter Angkatan Udara (AU), termasuk Distrik Waris dan Senggi." Jadi kami harapkan Pleno KPU Keerom bisa dilaksanakan minggu depan di KPU Kabupaten Keerom dan selanjutanya dikirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua,"jelasnya.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2013/02/01/156529/Di-Keerom,-HMS-YOP-Unggul-di-4-Distrik-

Pasangan MR Kambu-Blasius Adolf Pakage Unggul di Tembagapura

PILKADA PAPUA - Pasangan MR Kambu-Blasius Adolf Pakage Unggul di Tembagapura. Pasangan MR Kambu-Blasius Adolf Pakage atau nomor urut dua untuk sementara mengungguli lima pasangan lainnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu Kada) Papua di Distrik Tembagapura, Mimika, Rabu (30/1).

Pasangan MR Kambu-Blasius Adolf Pakage Unggul di Tembagapura

Dalam perhitungan suara yang diterima Media Indonesia dari Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Tembagapura, pasangan yang diusung Partai Hanura dan Gerindra itu memperoleh 3.625 suara dari 10.271 surat suara sah.

Dari daftar pemilih tetap yang berjumlah 27.550 suara, 17.279 suara tidak sah atau tidak digunakan oleh para pemilih. Sementara itu, pasangan Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya, menempati urutan kedua dengan perolehan suara 2.802, disusul pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) dengan perolehan 1.509 suara.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/30/6/127163/Pasangan-MR-Kambu-Blasius-Adolf-Pakage-Unggul-di-Tembagapura

9 TPS Tunda Pemungutan Suara

PILKADA PAPUA - 9 TPS Tunda Pemungutan Suara. Pelaksanaan pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sembilan tempat pemungutan suara (TPS) di Papua tertunda akibat surat suara hingga saat ini belum diterima.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Gede Sumerta di Jayapura, Selasa mengatakan, dari laporan yang diterima terungkap sembilan TPS itu tersebar di dua kabupaten yakni Kabupaten Supiori dan Kabupaten Mamberamo Tengah.

Ia mengatakan, untuk Kabupaten Supiori tercatat dua TPS yang belum melakukan pencoblosan yakni TPS Mapia yang terletak di Pulau Mapia dan TPS Masyai yang terletak di Pulau Meosbefondi.

Sedangkan untuk Kabupaten Mamberamo Tengah terdapat di Distrik Meganbiles dengan jumlah TPS sebanyak tujuh TPS. Penundaan tersebut akibat surat suara belum sampai di TPS-TPS karena cuaca buruk, kata Kombes Sumerta.

Sementara itu Ketua KPU Supiori, Adolf Mamoribo secara terpisah mengatakan, pencoblosan di kedua TPS itu yakni TPS Mapia dan Masyai akan dilaksanakan tanggal 31 Januari mendatang.

Surat suara untuk kedua TPS akan dikirim Rabu (30/1) karena saat pengiriman Senin (28/1) kapal pengangkut yakni KM Fadjar Lintas Irian terbakar. Namun seluruh penumpang selamat.

“Kami sedang berupaya meminta bantuan ke SAR untuk mengangkut logistik ke kedua TPS yang terletak di Samudra Pasifik, kata Mamoribo.

Sumber : bisnis-kti

Hari Ini Pilkada Papua Berlangsung

Hari Ini Pilkada Papua Berlangsung - Selasa (29/1) siang tadi telah berlangsung pesta rakyat di tanah Papua. Dimana pemilihan umum kepala daerah diadakan di berbagai daerah-daerah di Papua.

MR Kambu - Pakage yang memiliki Nomor Urut 2 ikut berpartisipasi dalam pencoblosan tersebut. Pasangan yang di dukung oleh Prabowo dari Partai Gerindra ini berharap akan berlangsungnya pilkada Gubernur Papua dengan aman dan Jujur tanpa ada kekisruhan yang terjadi.

Pada kesempatan ini (pilkada Gubernur Papua, red) semua sekolah-sekolah diliburkan. Tak luput pula PNS ikut libur. Disini bisa dinilai bahwa masyarakat begitu antusias mengikuti Pemilihan Gubernur Papua.

Blog ini belum mengetahui sejauh mana perkembangan PILKADA yang berlangsung. Hasil perolehan suara belum bisa dipastikan. Semoga apa yang kita harapkan yaitu Kemenangan No. Urut 2 Pasangan Kambu-Pakage tercapai. Amin.

Boaz Ramaikan Kampanye Penutup MR Kambu- Pakage di Merauke

Boaz Ramaikan Kampanye Penutup MR Kambu- Pakage di Merauke  - Striker tim Persipura Jayapura Boaz Solossa hadir dalam kampanye terakhir Pemilukada Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua untuk pasangan kandidat MR Kambu dan Blasius Adolf Pakage di Lapangan Pemda Merauke, Rabu 23 Januari. Kehadiran Boaz yang sempat membagi-bagikan bola mampu menghipnotis belasan ribu massa untuk bertahan, meski dibawah terik matahari yang menyengat.

Meski tidak melakukan orasi politik bagi pasangan MR Kambu dan Blasius Pakage, tapi kehadiran Boaz Solossa di atas panggung kampanye, menjadi perhatian seluruh massa simpatisan. Bahkan terlihat massa berupaya meminta foto bersama dengan Boaz.


Kampanye penutup dari MR Kambu dan Blasius Pakage sendiri berjalan aman dan lancar.
Dalam orasi politiknya, MR Kambu mengatakan, bahwa dirinya jika terpilih menjadi gubernur Provinsi Papua untuk periode 2013-2018, akan mengubah Papua kearah yang lebih baik. “Bila rakyat memberikan kepercayaan, saya akan bahwa Papua ke arah yang lebih baik dari sekarang, yakni mensejahterakan seluruh rakyat Papua dengan segala potensi yang ada,’’ujarnya.

Untuk Merauke, sambung Kambu, yang selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian di Tanah Papua, akan menjadikannya sebagai kawasan lumbung padi, bukan saja hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. “Apa yang kurang dari Merauke sebagai kawasan pertanian, seharusnya sudah bisa menjadi lumbung padi bukan saja di Indonesia tapi juga dunia, dan saya akan membuktikannya,’’kata Kambu.

Ia juga menyatakan kecintaannya kepada Merauke dan sekitarnya, sebab dari selatan Papua itulah MR Kambu memulai karier birokratnya. ‘’Saya merasa sudah menjadi orang Merauke karena sudah minum airnya selama saya bertugas disini, bahkan sejumlah hasil pembangunan yang sekarang dinikmati masyarakat, sebagian besar adalah hasil karya saya saat bertugas, sehingga saya sangat mencintai tanah ini,’’tandas Kambu.

Karena kecintaan kepada wilayah selatan Papua, Kambu berjanji, bila nanti dirinya sudah menjadi gubernur, akan memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Australia itu. ‘’Apa yang menjadi kekurangan pembangunan disini, akan menjadi perhatian saya, karena saya merasa sebagai orang disini dan sangat mencintainya,’’ucap Kambu.

Kambu juga menuturkan, bahwa keinginan warga selatan Papua ini untuk berdiri sendiri menjadi provinsi, sangat didukung dirinya. ‘’Saya akan berjuang bersama-sama dengan masyarakat selatan Papua untuk mewujudkan terbentukany provinsi Papua Selatan,’’ucapnya.

Bahkan, lanjut Kambu, dirinya juga sangat mendukung pemekaran provinsi dan untuk tanah Papua idealnya menjadi 7 provinsi sesuai letak geografis, suku dan adat istiadat. ‘’Idealnya, Papua memang harus di bagi menjadi 7 provinsi, karena hanya dengan pemekaranlah bisa terjadinya pemetaraan pembangunan demi kesejahteraan rakyat,’’ucapnya.
Bukti dirinya sangat menginginkan pemekaran demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, tukas Kambu, dengan menerbitkan buku yang berjudul Spirit Pemekaran Wilayah dan Percepatan Kesejahteraan Rakyat Papua. “Bila kandidat lain menjanikan pemekaran Papua Selatan itu sebatas janji politik, tapi MR Kambu bukan anji tapi bukti dengan lebih dulu menerbitkan buk tentang semangat pemekaran,’’tukasnya.

Kambu juga berjanji akan membangun infrastruktur dan pembinaan olah raga di Papua selatan guna memajukan olah raga di kawasan yang terkenal dengan rusanya itu. ‘’Saya ingin semangat dan talenta olah raga di wlayah Selatan Papua ini benar-benar diasah dengan baik dan professional melalui pembinaan dan ketersediaan infrastruktur,’’terangnya.
Bahkan, tambah Kambu, juga akan memajukan sepak bola Merauke, Bovendigul, Asmat, Mappi untuk bisa menjadi seperti Persipura saat ini. ‘’Saya ini dulu bekas ketua Persimer Merauke, tentu ingin menjadikannya sepertyi Persipura, karena telanta atau bakat disini juga sangat banyak dan tinggi,’’janjinya.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Profesor DR, Ir Supardi Msc yang hadir menggantikan ketua Pembina Gerindra Prabowo Subianti dalam orasinya menyatakan, bahwa Prabowo sangat mendukung dan yakni bahwa pasangan MR Kambu-Blasius Pakage akan menjadi pimpin Papua untuk 5 tahun mendatang. ‘’Gerindra sangat mendukung MR Kambu dan Blasius Pakage, untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua, dan pasti itu akan tercapai. Prabowo sebagai calon presiden RI mendatang bahkan sangat meyakini itu,’’ucap dia.

Rekaman Suara dukungan dari Prabowo Subianto yang tidak bisa hadir karena sedang berada I Perancis, juga diperdengarkan di dalam kampanye tersebut.

Ketua Koalisi Papua Penuh Damai yang uga ketua DPD Hanura Provinsi Papua Yan Permenas Mandenas dalam orasinya mampu membakar semangat massa menyatakan, dari beberapa kandidat yang bertarung memperebutkan kursi gubernur Papua untuk periode mendatang, pasangan MR Kambu dan Blasius Pakage lah yang paling siap dan layak serta sudah teruji. ‘’Kambu sudah membuktikan mampu memimpin dan melayani masyarakat, bahkan juga mampu menorehakn sejumlah prestasi dengan membawa Persipura Juara, sehingga dialah yang mesti didukung rakyat untuk menjadi gubernur Papua,’’tandasnya.
I uga menyatakan, Kambu melalui sepak bola telah mampu mengangkat harkat dan martabat orang Papua, dengan segudang prestasi yang telah ditorehkan Persipura. ‘’Apa yang sudah diperbuat kandidat lain, tapi Kambu telah menunjukannya kepada seluruh Indonesia bahkan dunia, bahwa Papua penuh dengan bakat-bakat olah raga sepak bola, jadi mari kita seluruh rakyat Papua mendukung MR Kambu menjadi gubernuur,’’imbuhnya.

Yan Mandenas juga menambahkan, MR Kambu sangat teruji dan layak memimpin Papua, dibuktikan dengan mampu memajukan Kota Jayapura saat menjabat walikota. “Kemajuan kota Jayapura merupakan salah satu bukti MR Kambu teruji dalam memimpin dan melaksanakan pembangunan, jadi rakyat Papua jangan lagi ragu untuk memilihnya pada pemungutan suara 29 Januari mendatang,’’ harapnya.(jir/don/l03/@dv)

Sumber: http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/838-boaz-ramaikan-kampanye-penutup-mr-kambu-pakage-di-merauke

MR Kambu Luncurkan Buku 'Menyingkap Sedikit Tabir Misteri Papua'

JAYAPURA - MR Kambu Luncurkan Buku 'Menyingkap Sedikit Tabir Misteri Papua'. Mantan Wali Kota Jayapura selama dua periode Manse Roberth (MR) Kambu meluncurkan buku karnya yang mengulas masalah dan cara penyelesaiannya di Papua, Rabu (9/1) malam.

MR Kambu Luncurkan Buku 'Menyingkap Sedikit Tabir Misteri Papua'

Buku dengan tebal 368 halaman yang diberi judul 'Menyingkap Sedikit Tabir Misteri Papua Dalam Membangun dan Melayani Rakyat' menurut Kambu sebagai bentuk sumbangsih pemikiran seorang anak bangsa asal Papua dengan latar ilmu pemerintahan yang mengabdi selama 38 tahun.

"Alasan saya memilih judul Menyingkap Sedikit Tabir Misteri Papua Dalam Membangun dan Melayani Rakyat, karena penulisan buku ini lebih banyak dilandaskan pada data sekunder dan sumber primer yaitu apa yang dikerjakan, yang dilihat dan dialami selama pengabdian, dan itu dirancang suatu konstruksi pemikiran pemecahan masalah," katanya.

Dalam buku itu digambarkan bagaimana Papua dimasa lampau dimana sentuhan pertama di Tanah Papua oleh bangsa Portugis ditahun 1511. Lalu bangsa Belanda kemudian manyebut Papua dengan New Guinea atau Papua Baru dan membaginya dalam enam pemerintahan keresidenan yakni Teluk Cenderawasih, Hollandia, Enarotali, Merauke, Sorong dan Fak-fak.

Dia uraikan rumpun asli Bangsa Papua adalah Melenesia dengan sub etnis 57 kelompok dengan 262 sub-sub adat dan 224 bahasa lokal. Selain itu berdasarkan penelitian Erari tahun 1999 dan Karubaba 2007 serta Numberi tahun 2008 kebudayaan Papua dibagi enam bagian.

Enam bagian itu lanjut Kambu, adalah Koreari di Kepala Burung, Kuri Pasai di sekitar Teluk Cenderawasih, Kimoni Deoum Demta sampai Sarmi, Budaya Wam atau babi di Pegunungan Tengah, Budaya Kain Timor disekitar Maybrat dan Budaya Bis atau Mbis di Pantai Selatan Papua.

"Pola Hidup dan perilaku etnis Papua tentu sudah terlepas dari faktor itu. Kepemimpinan adat dimasa silam sangat besar apakah itu tipe raja atau Raja Ampat serta Ondoafi atau Kepala Suku ini nampak dari kewibawaan dan kharisma mereka terhadap rakyat yang dipimpinnya," urai Kambu.

Menggambarkan situasi terutama kesejahteraan masyarakat Papua masa kini, MR Kambu mempersepsikan dalam buku tersebut masih ada yang tidak optimal dalam bidang rentan kendali pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat yang lemah. Selain itu ditahun 2010 masih masih 20 persen masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp300.000.

"Gambaran ini sangat memprihatinkan karena ditengah sumber daya alam yang besar dan di era Otonomi Khusus ternyata masih terjadi kemiskinan," pungkasnya

Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/10/6/121500/MR-Kambu-Luncurkan-Buku-Menyingkap-Sedikit-Tabir-Misteri-Papua

Ingat PAPEDA Ingat MR Kambu - Pakage

Ingat PAPEDA Ingat MR Kambu - Pakage. Berbicara soal Kuliner Indonensia tidak ada habisnya. Mulai dari sabang sampe Merauke pasti memiliki masakan tradisional yang menggugah selera. Mulai dari yang bersantan hingga yang masih di sediakan dengan bahan alami tanpa di masak terlebih dahulu pasti ada di Indonensia. Juga termasuk salah satu Kuliner khas Papua yang tidak lain adalah Papeda, walau Papeda bukan satu-satunya kuliner yang berasal dari Papua

Sekilas tentang PAPEDA
Ingat PAPEDA Ingat MR Kambu - Pakage
Papeda merupakan salah satu makanan khas di Papua yang terbuat dari Sagu. Membuat Papeda ini nampaknya sudah merupakan tradisi turun temurun masyarakat disana. Namun sebelum menjadi Papeda, proses pengambilan sagu dari pohon sagu terlebih dahulu dilakukan dengan cara pohon sagu yang sudah siap panen (usia 7-10 tahun) ditebang hingga tumbang, kemudian batangnya dibelah menjadi dua bagian. Isi dari batangnya itulah yang akan diambil menjadi sagu, proses pengambilan Sagu di Papua dinamakan menokok. Pengambilannya menggunakan alat-alat tradisional yang dikerjakan lebih dari 2-3 orang. Jika sudah diambil maka sagu yang masih mentah akan didiamkan beberapa hari terlebih dahulu didalam tempat yang disebut tumang. Setelah itu barulah proses pembuatan sagu tadi diolah menjadi Papeda. Agak rumit kan? Hehehe..

Bentuk Papeda itu sendiri jika sudah jadi akan menyerupai lem kanji dan sangat kenyal, makanan ini biasanya dipakai sebagai pengganti makanan pokok sehari-hari kita seperti nasi. Makanya kalau disajikan, Papeda harus menggunakan lauk seperti Ikan dan sayur-sayuran lainnya. Papeda ini tidak mempunyai rasa, karena memang hanya terbuat dari Sagu tanpa campuran bumbu penyedap lainnya, proses pembuatannya juga cukup simple karena hanya memerlukan air panas yang sudah mendidih untuk dicampur kedalam adonan sagu lalu kemudian diaduk hingga berbentuk Papeda.

Namun jangan salah, meskipun kelihatannya mudah dan relative sangat gampang pembuatannya, bagi yang belum berpengalaman dalam membuat Papeda tapi mau mencobanya bisa jadi akan gagal karena beberapa faktor. Misalnya campuran air pada adonan sagunya terlalu banyak sehingga Papeda akan terlalu cair dan tidak dapat kita makan. Begitu juga sebaliknya jika campuran airnya terlalu sedikit atau kurang terhadap adonan sagu, maka akan menyebabkan Papeda kita menjadi sedikit keras sehingga Papeda tidak dapat kita makan. Satu hal lagi yang bisa menyebabkan pembuatan Papeda kita gagal adalah faktor suhu air yang kurang begitu panas. Jika air tidak panas hingga mendidih maka adonan sagu yang dicampurkan dengan air tidak akan membentuk Papeda. Makanya bagi yang belum ahli dalam membuat Papeda tapi ingin mencobannya sebaiknya ditemani oleh mereka yang sudah berpengalaman agar Papedanya dapat jadi dengan sempurna. Di Papua tidak semua orang dapat membuat Papeda meskipun bahan Sagu disana sangat mudah diperoleh, bahkan saya sendiri sampai saat ini belum mampu membuat Papeda meskipun saya asli lahir dan besar disana hehehe…

Papeda biasanya jika sudah jadi akan dihidangkan bersama lauk seperti Ikan yang dimasak dengan kuah kuning. Disebut kuah kuning karena memang warna kuahnya berwarna kuning yang diperoleh dari campuran kunyit. Untuk sayuran, paling pas disajikan bersama sayur kangkung yang ditumis dengan sedikit kolaborasi bunga pepaya didalamnya. Khusus bagi mereka yang suka pedas, dapat disesuiakan sesuai selera dengan tambahan cabe pada bumbu kuah ikan. Atau jika tidak mau dicampur kedalam bumbu kuah ikan, sambal dapat dibuat terpisah untuk dapat lebih mudah menyesuaikan tingkat kepedasannya.

Rasa Papeda yang menyatu dengan bumbu kuah ikan dijamin akan membuat kita ketagihan, Sedikit pedas dan asem khas jeruk nipis itulah yang pertama kali kita rasakan saat Papeda menyentuh lidah kita. Ditambah dengan perpaduan ikan dan sayurannya juga akan semakin melengkapi nikmatnya menyantap Papeda. Untuk ikan, sebenarnya ikan apa saja dapat kita gunakan sebagai lauk dalam menyajikan Papeda. Namun biasanya yang paling sering dipakai adalah ikan laut seperti ikan Mubara dan ikan tongkol. Entah karena rasanya yang pas untuk Papeda atau memang kebanyakan selera masyarakat lebih menyukai menggunakan ikan tersebut. Selain itu, ikan air tawar seperti ikan mujair juga dapat kita pakai sebagai lauk untuk menemani dalam menyantap papeda. Bumbu-bumbu dalam memasak ikan juga tidak kalah penting dalam menentukan rasa saat menyantap Papeda.

Cara mengambil Papeda
Cara menyantap makanan khas Papua yang satu ini juga terbilang cukup unik, mulai dari cara pemindahan Papeda ke piring makan kita hingga kita menyantapnya pun mempunyai trik-trik khusus yang bisa jadi tidak pernah kita jumpai sebelumnya.

Di Papua, Papeda yang sudah jadi didalam tempayan atau tempat makanan yang besar kemudian dipindahkan ke piring makan kita memakai alat makan sejenis garpu yang bentuknya agak panjang dan terbuat dari kayu. Pengambilannya memerlukan dua buah garpu kayu dengan cara menggulung Papeda yang berbentuk kenyal itu agar membentuk satu bongkahan Papeda yang kemudian dipindahkan ke dalam piring makan kita.

Kuah ikan dan lauk lainnya sebaiknya jangan dulu dimasukan kedalam piring sebelum Papeda dimasukan agar nantinya tidak tumpah jika Papeda dimasukan kedalam piring. Biarkan saja dulu piring makan kosong dan setelah Papeda diletakan kedalam piring menggunakan garpu kayu, barulah disusul dengan memasukan kuah dan ikan serta lauk lainnya. Untuk cara memakannya, kita dapat memakai sendok makan biasa dengan cara memotong Papeda kedalam ukuran yang agak kecil lalu kemudian kita makan. Papeda sendiri tidak perlu di kunyah didalam mulut seperti halnya kita mengunyah nasi. Papeda cukup dimasukan kedalam mulut dan sudah bisa ditelan tanpa harus mengunyah lagi. Hal ini karena bentuk tekstur Papeda yang sangat kenyal sehingga memudahkan kita untuk dapat langsung menelannya.

Mayoritas Ibu - Ibu di Papua dapat membuat Papeda
Nah itu tadi beberapa keunikan dari Papeda, makanan yang sangat terkenal di Papua dan beberapa daerah lain di kawasan Indonesia bagian Timur seperti Maluku. Selain unik, mengkonsumsi Papeda juga mempunyai khasiat yang sangat baik untuk tubuh kita.

Kadar karbohidrat dalam Papeda sangat banyak setara dengan nasi sehingga kita dapat menjadi kenyang dan bertenaga setelah mengkonsumsi Papeda. Itulah mengapa di kawasan Indonesia bagian Timur masyarakatnya kadang menjadikan Papeda sebagai makanan pokok pengganti nasi. Mengkonsumsi Papeda secara rutin juga dipercaya dapat menghilangkan penyakit seperti batu ginjal karena sifat Papeda yang berfungsi sebagai pembersih organ-organ didalam tubuh manusia. Bagi yang sering merokok,dianjurkan juga mengkonsumsi makanan khas Papua yang satu ini karena dapat secara perlahan membersihkan paru-paru kita. Selain itu juga terdapat beberapa penyakit lainnya yang bisa disembuhkan lewat konsumsi Papeda yang notabane berbahan dasar sagu ini, misalnya :
  • Untuk melambatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah, baik untuk penderita diabetes mellitus.
  • Serat pangan yang dikandung oleh Papeda juga berfungsi sebagai pre-biotik yang berfungsi menjaga mikroflora usus.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh kita.
  • Mengurangi resiko terkena kanker usus..
  • Untuk mempermudah buang air besar.
Itulah beberapa kelebihan dari Papeda, selain rasanya yang enak serta cara penyajian yang unik, juga dapat memberikan manfaat tidak langsung lainnya bagi tubuh kita. So, Bagi teman-teman yang suatu saat nanti berkesempatan berkunjung ke Papua atau kawasan Indonesia Timur lainnya, tidak ada salahnya jika mencoba makanan berbahan dasar Sagu ini. Tidak perlu takut untuk harus membuatnya karena di Papua hampir semua rumah makan dan restoran-restoran lainnya sudah mempunyai menu khusus yang menyajikan Papeda.

Ingat PAPEDA Ingat MR Kambu - Pakage Mari kita membuat Papeda Bersama MR Kambu - Pakage.

Referensi:
1. Greenbirepapua
2. Kompasiana
3. id.shvoong.com
 
Informasi Lowongan Kerja Terbaru
Wisata di Siantar
Dengan MR Kambu Persipura Bersinar
Support : Creating Website | Info Lowongan Kerja | Info Bos
Copyright © 2011. MR Kambu - All Rights Reserved
Template ReCreated by Becak Siantar Published by MR Kambu For Papua 1
Proudly powered by Blogger